Setiap produk kemasan wajib mencantumkan informasi penting seperti tanggal produksi, tanggal kedaluwarsa, dan kode batch. Informasi ini bukan sekadar formalitas, melainkan syarat regulasi sekaligus jaminan kepercayaan konsumen. Di sinilah peran mesin coding dan mesin labelling menjadi krusial.
Namun, keduanya adalah alat yang berbeda dengan fungsi berbeda pula. Memahami perbedaannya akan membantu Anda memilih perangkat yang tepat tanpa membuang anggaran. Berikut panduan memilih mesin coding dan labelling untuk produksi makanan.
Bedakan Mesin Coding dan Mesin Labelling
Mesin coding digunakan untuk mencetak kode produksi, tanggal kedaluwarsa, barcode, atau logo langsung ke permukaan kemasan. Sementara mesin labelling bertugas menempelkan label yang sudah dicetak ke botol atau kemasan berbentuk silinder. Beberapa lini produksi membutuhkan keduanya sekaligus.

Pilih Mesin Coding Sesuai Teknologi Cetaknya
Gomesin menyediakan beberapa tipe mesin coding. HP-241B memakai teknologi hot stamp printing untuk hasil cetak yang rapi dan tahan lama. GM-M3 adalah handheld inkjet digital yang mampu mencetak barcode, QR code, hingga logo custom, fleksibel untuk berbagai kemasan dan bisa diintegrasikan dengan conveyor. Ada pula MY-380F yang otomatis dengan digital counter untuk volume produksi tinggi, serta GM-DY8 untuk kebutuhan manual yang ringkas.
Pilih Mesin Labelling Sesuai Bentuk Kemasan
Untuk penempelan label, XT-50 adalah mesin label botol semi otomatis dengan sensor pembaca label sehingga hasilnya presisi dan minim kesalahan. Sementara MT-30 adalah pilihan manual yang ekonomis untuk UMKM dengan volume kecil, cocok untuk botol dan kemasan silinder. Pilih berdasarkan seberapa banyak botol yang harus dilabeli per hari.

Sesuaikan dengan Volume Produksi
- Volume kecil / UMKM: mesin manual seperti GM-DY8 atau MT-30 sudah cukup.
- Volume menengah: semi otomatis seperti XT-50 dan HP-241B memberi keseimbangan kecepatan dan biaya.
- Volume tinggi: otomatis seperti MY-380F dengan digital counter paling efisien.
Perhatikan Jenis dan Bahan Kemasan
Jenis kemasan ikut menentukan pilihan mesin. Kemasan plastik fleksibel lebih cocok dengan mesin coding hot stamp atau inkjet, sementara botol kaca atau plastik silinder lebih pas dengan mesin labelling. Pastikan mesin yang dipilih kompatibel dengan material kemasan Anda agar hasil cetak atau tempel menempel sempurna dan tahan lama.
Mengapa Coding dan Labelling Wajib untuk Usaha
Selain memenuhi regulasi, tanggal kedaluwarsa yang tercetak jelas juga membangun kepercayaan konsumen. Produk yang tidak mencantumkan informasi ini berisiko dianggap tidak resmi dan sulit menembus pasar modern maupun marketplace. Karena itu, mesin coding dan labelling adalah kebutuhan dasar, bukan sekadar pelengkap.
Perbandingan Tipe Mesin Coding
- Hot stamp (HP-241B): hasil cetak tahan lama, cocok untuk plastik dan foil, biaya operasional rendah.
- Inkjet handheld (GM-M3): fleksibel mencetak barcode, QR code, dan logo, bisa dipindah-pindah.
- Otomatis dengan counter (MY-380F): paling cepat untuk volume produksi tinggi.
- Manual (GM-DY8): ekonomis untuk UMKM dengan volume kecil.
Tips Mendapatkan Hasil Cetak yang Rapi
Pastikan permukaan kemasan bersih dan kering sebelum dicetak, atur suhu atau tinta sesuai material kemasan, dan lakukan uji cetak pada beberapa sampel sebelum produksi massal. Untuk mesin labelling, pastikan rol penekan sejajar agar label menempel lurus tanpa gelembung udara.
Regulasi yang Perlu Diperhatikan
Produk makanan dan minuman umumnya wajib mencantumkan tanggal produksi dan kedaluwarsa sesuai regulasi BPOM dan ketentuan label pangan. Pastikan format kode yang Anda cetak sesuai standar, termasuk nomor batch untuk memudahkan penelusuran produk bila terjadi keluhan. Mesin coding yang baik membantu Anda memenuhi kewajiban ini secara konsisten.
Perawatan Mesin Coding dan Labelling
Bersihkan kepala cetak atau sensor secara rutin agar hasil tetap tajam. Untuk mesin hot stamp, cek kondisi pita (ribbon) dan ganti bila menipis. Untuk mesin labelling, bersihkan rol dan sensor dari sisa lem label. Perawatan sederhana ini mencegah hasil cetak pudar atau label miring.
Kapan Harus Upgrade ke Mesin Otomatis?
Bila volume produksi terus meningkat dan proses manual mulai menjadi hambatan, saatnya mempertimbangkan mesin otomatis seperti MY-380F. Mesin otomatis mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia dan menjaga kecepatan produksi tetap stabil, sehingga pesanan dalam jumlah besar bisa dipenuhi tepat waktu.
Dengan mesin yang tepat, informasi produk Anda selalu tercetak jelas dan sesuai standar, sehingga kepercayaan konsumen terhadap merek Anda pun semakin kuat.
Kesimpulan
Memilih mesin coding dan labelling yang tepat dimulai dari memahami fungsi masing-masing, lalu menyesuaikan dengan jenis kemasan dan volume produksi Anda. Dengan perangkat yang sesuai, proses produksi jadi lebih cepat, rapi, dan profesional. Lihat pilihan selengkapnya di kategori mesin coding dan labelling untuk melengkapi lini produksi Anda.

Add comment